Persiapan Uji Kompetensi

Soal CBT: Prinsip Farmakoterapi dan Penggunaan Obat Rasional

By Dr. apt. Priyanto, M.Biomed • apt. Tuti Wiyati, M.Sc
Journalist
September 28, 2026 • 5 min read
Soal CBT: Prinsip Farmakoterapi dan Penggunaan Obat Rasional
Photo by Unsplash

"Uji pemahaman Anda tentang prinsip farmakoterapi dan penggunaan obat rasional melalui 16 soal CBT farmasi, lengkap dengan jawaban dan pembahasan."

Soal CBT: Prinsip Farmakoterapi dan Penggunaan Obat Rasional

A.    Recall — 7 Soal

Soal 1 

Seorang apoteker melakukan evaluasi terhadap penggunaan obat di suatu fasilitas kesehatan. Salah satu prinsip utama farmakoterapi rasional adalah bahwa obat diberikan hanya apabila terdapat kebutuhan medis yang jelas. Prinsip yang dimaksud adalah:

 A. Tepat dosis
 B. Tepat indikasi
 C. Tepat rute
 D. Tepat durasi
 E. Tepat biaya

Jawaban: B. Tepat indikasi

Pembahasan: Tepat indikasi berarti penggunaan obat didasarkan pada adanya indikasi medis yang jelas. Pemberian obat tanpa indikasi merupakan salah satu bentuk penggunaan obat tidak rasional. 

Soal 2 

Dalam pemilihan obat rasional, terdapat empat pertimbangan utama yang perlu dinilai sebelum menentukan obat untuk pasien. Manakah 4 kombinasi yang dimaksud?

 A. Efektivitas, keamanan, kesesuaian pasien, dan biaya
 B. Potensi obat, bentuk sediaan, harga, dan merek
 C. Efektivitas, Bioavailabilitas, popularitas, dan kemasan
 D. Keamanan, merek dagang, promosi, dan harga
 E. Efektivitas, sediaan, produsen, dan kemasan

Jawaban: A. Efektivitas, keamanan, kesesuaian pasien, dan biaya/ketersediaan

Pembahasan: Pemilihan obat rasional dilakukan dengan membandingkan efektivitas, keamanan, kesesuaian terhadap pasien, dan biaya terapi. Ketersediaan obat juga merupakan pertimbangan praktis dalam implementasi terapi.

Soal 3 

Menurut pendekatan WHO Guide to Good Prescribing, langkah pertama dalam proses terapi rasional adalah:

 A. Menentukan dosis obat
 B. Menentukan harga obat
 C. Mendefinisikan masalah pasien
 D. Menulis resep
 E. Melakukan monitoring terapi

Jawaban: C. Mendefinisikan masalah pasien

Pembahasan: WHO menggunakan pendekatan sistematis yang dimulai dengan mendefinisikan masalah pasien, kemudian menentukan tujuan terapi, memilih terapi yang sesuai, memberikan informasi kepada pasien, dan melakukan monitoring. 

Soal 4

Menurut prinsip penggunaan obat rasional, suatu pengobatan dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya. Komponen lain yang harus dipenuhi adalah....

 A. diberikan dalam periode panjang dengan obat bermerek yang tersedia bagi pasien
 B. diberikan dalam periode adekuat dengan obat terbaru yang tersedia bagi masyarakat
 C. diberikan dalam periode adekuat dengan biaya terendah bagi pasien dan masyarakat
 D. diberikan dalam periode fleksibel dengan obat pilihan yang disukai oleh pasien
 E. diberikan dalam periode singkat dengan biaya terendah bagi pasien dan masyarakat

Jawaban: C

Pembahasan: Penggunaan obat rasional mencakup pemberian obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien, dalam periode waktu yang adekuat, serta dengan harga yang paling murah bagi pasien dan masyarakat.

Soal 5

Seorang apoteker melakukan evaluasi terhadap penggunaan obat di rumah sakit. Manakah parameter berikut yang termasuk kriteria penggunaan obat rasional?

 A. Tepat diagnosis, prognosis, pemilihan merek, dosis, dan bentuk kemasan
 B. Tepat prognosis, indikasi, pemilihan obat, harga, dan bentuk sediaan
 C. Tepat diagnosis, indikasi, pemilihan produsen, harga, dan bentuk kemasan
 D. Tepat diagnosis, prognosis, pemilihan produsen, dosis, dan waktu pembelian
 E. Tepat diagnosis, indikasi, pemilihan obat, dosis, dan cara pemberian

Jawaban: E

Pembahasan: Kriteria penggunaan obat rasional antara lain tepat diagnosis, indikasi penyakit, pemilihan obat, dosis, cara pemberian, interval, lama pemberian, kondisi pasien, informasi, tindak lanjut, dan dispensing.

Soal 6

Seorang pasien mendapatkan obat dengan dosis lebih rendah daripada dosis yang diperlukan sehingga kadar terapeutik tidak tercapai. Permasalahan penggunaan obat tersebut termasuk....

A. Adverse drug reaction karena pasien mengalami respons obat tidak diinginkan
B. Subtherapeutic dosage karena jumlah obat yang diterima pasien tidak mencukupi
C. Improper drug selection karena jenis obat yang diterima pasien tidak sesuai
D. Failure to receive medication karena pasien tidak memperoleh obat yang diresepkan
E. Medication without indication karena obat diberikan tanpa indikasi klinis sesuai

Jawaban: B

Pembahasan: Pasien yang mendapatkan dosis obat kurang dikategorikan sebagai subtherapeutic dosage. Dosis terlalu kecil dapat menyebabkan kadar terapi yang diharapkan tidak tercapai.

Soal 7

Dalam pharmaceutical care, apoteker bertanggung jawab mengoptimalkan terapi obat pasien. Fungsi utama yang berkaitan dengan drug-related problem (DRP) adalah....

 A. memilih, menyediakan, dan menyerahkan seluruh obat yang dibutuhkan pasien
 B. mengidentifikasi, mencatat, dan melaporkan seluruh penggunaan obat pada pasien
 C. menentukan, mendiagnosis, dan menyelesaikan seluruh penyakit utama pada pasien
 D. mengidentifikasi, menyelesaikan, dan mencegah masalah terkait obat pada pasien
 E. merencanakan, menetapkan, dan mengganti seluruh terapi medis pada pasien

Jawaban: D

Pembahasan: Fungsi utama pharmaceutical care adalah mengidentifikasi DRP aktual maupun potensial, menyelesaikan DRP, serta mencegah terjadinya DRP. Hal ini juga tercantum dalam materi yang diunggah. 

B.    Reasoning — 5 Soal

Soal 8

Seorang perempuan 72 tahun mendapat tablet untuk terapi penyakit kronis. Setelah dilakukan konseling, pasien mengatakan sering tidak minum obat karena tablet berukuran besar dan sulit ditelan. Tidak terdapat gangguan absorpsi gastrointestinal. Intervensi apoteker yang rasional adalah:

 A. Menghentikan semua obat
 B. Menggandakan dosis agar obat tidak perlu diminum setiap hari
 C. Mengusulkan bentuk sediaan yang lebih mudah ditelan jika tersedia dan sesuai
 D. Menggerus semua tablet dan membaginya sesuai dosis dan lalu dibungkus sesuai kebutuhan

E. Mengubah seluruh terapi menjadi injeksi

Jawaban: C. Mengusulkan bentuk sediaan yang lebih mudah ditelan jika tersedia dan sesuai

Pembahasan: Pemilihan bentuk sediaan merupakan bagian dari terapi rasional. Usia, kemampuan menelan, kenyamanan, karakteristik sediaan, dan adherence harus dipertimbangkan. Tablet tidak boleh otomatis digerus karena sebagian sediaan memiliki karakteristik pelepasan khusus. 

Soal 9 

Seorang pasien mendapat suatu obat yang terutama dieliminasi melalui ginjal. Hasil pemeriksaan menunjukkan fungsi ginjal pasien menurun secara bermakna. Aspek yang penting dievaluasi apoteker sebelum obat diberikan adalah:

 A. Mengganti obat tanpa mempertimbangkan derajat gangguan ginjal
 B. Mempertahankan regimen karena diagnosis pasien tidak berubah
 C. Mengevaluasi penyesuaian regimen dosis berdasarkan fungsi ginjal
 D. Mengurangi dosis seluruh obat yang digunakan pasien
 E. Memperpanjang interval semua obat tanpa evaluasi lebih lanjut

Jawaban: C. Penyesuaian regimen dosis berdasarkan fungsi ginjal

Pembahasan: Catatan ilmiah penting: istilah "penyesuaian regimen dosis" lebih baik daripada hanya "penyesuaian dosis", karena gangguan ginjal dapat memerlukan perubahan dosis, interval, atau keduanya.

Soal 10

Seorang pasien hipertensi mempunyai riwayat asma dan akan mendapatkan terapi antihipertensi. Dokter mempertimbangkan propranolol, tetapi apoteker menyarankan alternatif lain. Prinsip penggunaan obat rasional yang terutama mendasari saran tersebut adalah....

 A. tepat indikasi penyakit karena propranolol tidak mempunyai aktivitas sebagai antihipertensi
 B. tepat interval pemberian karena propranolol harus selalu diberikan setiap enam jam
 C. tepat cara pemberian karena propranolol tidak dapat diberikan melalui rute oral
 D. tepat kondisi pasien karena propranolol dapat meningkatkan risiko terjadinya bronkospasme
 E. tepat lama pemberian karena propranolol hanya digunakan sebagai terapi jangka pendek

Jawaban: D

Pembahasan: Pemilihan obat harus mempertimbangkan kondisi individual pasien. Pada materi, β-blocker seperti propranolol dicontohkan sebagai obat yang perlu dihindari pada pasien hipertensi dengan riwayat asma karena risiko bronkospasme.

Soal 11

Seorang pasien tuberkulosis mendapatkan rifampisin. Setelah beberapa hari, pasien melihat urinenya berwarna kemerahan dan berniat menghentikan obat karena mengira mengalami perdarahan. Tindakan apoteker yang paling tepat adalah....

 A. menyarankan pengurangan dosis rifampisin dan meminta pasien mengamati warna urine berikutnya
 B. menjelaskan perubahan warna urine dan menganjurkan pasien melanjutkan terapi sesuai regimen
 C. menyarankan penghentian rifampisin dan meminta pasien melanjutkan obat lainnya sesuai regimen
 D. menjelaskan perubahan warna urine dan menganjurkan pasien menghentikan seluruh terapi sementara
 E. menyarankan penggantian rifampisin dan meminta pasien menggunakan antibiotik lain sementara

Jawaban: B

Pembahasan: Kasus menggambarkan pentingnya tepat informasi. Pasien perlu diberi informasi bahwa rifampisin dapat menyebabkan perubahan warna cairan tubuh. Tanpa informasi yang tepat, pasien dapat menginterpretasikannya sebagai masalah kesehatan dan menghentikan terapi. Konsep tersebut juga digunakan dalam materi yang diunggah. 

Soal 12

Seorang pasien memperoleh dua obat dengan efek terapi serupa, padahal satu obat saja telah memadai untuk mencapai tujuan terapi. Berdasarkan pola penggunaan obat tidak rasional, kondisi tersebut paling tepat dikategorikan sebagai....

A. incorrect prescribing karena pasien menerima obat dengan indikasi yang sepenuhnya keliru
B. failure to receive medication karena pasien gagal memperoleh obat sesuai resep dokter
C. underprescribing karena pasien menerima jumlah obat lebih sedikit daripada kebutuhan terapi
D. extravagant prescribing karena pasien menerima obat dengan harga yang paling mahal
E. multiple prescribing karena pasien menerima beberapa obat ketika terapi tunggal memadai

Jawaban: E

Pembahasan: Multiple prescribing merupakan penggunaan dua atau lebih kombinasi obat padahal cukup diberikan obat tunggal. Definisi tersebut juga digunakan pada bahan yang diunggah. 

C. Analisis Kasus — 4 Soal

Soal 13

Seorang laki-laki 68 tahun dengan gangguan fungsi ginjal mendapatkan gentamisin. Setelah beberapa hari terapi, kadar kreatinin serum meningkat. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat antibiotik lain yang efektif terhadap bakteri penyebab infeksi dan lebih aman pada kondisi pasien. Apoteker melakukan telaah terapi. Masalah utama yang paling tepat diidentifikasi adalah....

 A. interval obat kurang tepat karena gentamisin hanya boleh diberikan satu kali terapi
 B. indikasi obat kurang tepat karena gentamisin tidak memiliki aktivitas sebagai antibiotik
 C. pemilihan obat kurang tepat karena kondisi ginjal meningkatkan risiko toksisitas gentamisin
 D. lama pemberian kurang tepat karena gentamisin harus selalu digunakan selama satu hari
 E. cara pemberian kurang tepat karena gentamisin tidak boleh diberikan secara parenteral

Jawaban: C

Pembahasan: Mahasiswa perlu menghubungkan kondisi pasien → karakteristik obat → risiko terapi. Aminoglikosida berpotensi nefrotoksik sehingga fungsi ginjal merupakan salah satu pertimbangan penting dalam penggunaannya. Dalam kasus ini terdapat pula alternatif yang efektif dan lebih aman, sehingga masalah utamanya adalah ketepatan pemilihan obat berdasarkan kondisi pasien. 

Soal 14

Seorang perempuan 45 tahun mendapat obat A 500 mg setiap 8 jam. Setelah dua hari, pasien merasa lebih baik sehingga hanya menggunakan obat dua kali sehari agar obat tidak cepat habis. Penyakit kemudian tidak menunjukkan perbaikan sesuai target. Apoteker menemukan bahwa dosis setiap kali minum sudah benar. Masalah terapi yang paling mungkin adalah....

 A. interval pemberian tidak tepat sehingga paparan obat dapat berada di bawah target
 B. indikasi penggunaan tidak tepat sehingga obat diberikan tanpa kebutuhan terapi pasien
 C. pemilihan obat tidak tepat sehingga paparan obat dapat berada di atas target
 D. lama pemberian terlalu panjang sehingga akumulasi obat menyebabkan kegagalan terapi
 E. cara pemberian tidak tepat sehingga absorpsi obat selalu mengalami peningkatan bermakna

Jawaban: A

Pembahasan: Dosis setiap kali penggunaan sudah tepat, tetapi pasien mengubah frekuensi dari setiap 8 jam menjadi dua kali sehari. Dengan demikian, masalah utamanya bukan besar dosis per pemberian, melainkan ketepatan interval pemberian. 

Soal 15

Seorang pasien mendapat tiga obat untuk penyakit kronis. Saat wawancara, apoteker menemukan pasien sering melewatkan obat siang karena bekerja. Pasien memahami manfaat obat dan tidak mengalami efek samping. Dokter menyatakan tersedia regimen alternatif dengan efektivitas dan keamanan sebanding tetapi frekuensi pemberiannya lebih sedikit. Rekomendasi apoteker yang paling tepat adalah....

 A. mengusulkan penambahan obat untuk meningkatkan kemampuan pasien mencapai efek terapi secara cepat
 B. mengusulkan peningkatan dosis untuk menggantikan seluruh dosis yang sebelumnya terlewat oleh pasien
 C. mengusulkan penghentian terapi untuk mengurangi seluruh kesulitan penggunaan obat oleh pasien
 D. mengusulkan penyederhanaan regimen untuk meningkatkan kemampuan pasien menjalankan terapi secara konsisten
 E. mengusulkan pergantian diagnosis untuk menyesuaikan pola penggunaan obat sehari-hari oleh pasien

Jawaban: D

Pembahasan: Frekuensi penggunaan obat yang terlalu sering dapat menjadi salah satu penyebab ketidakpatuhan. Apabila tersedia regimen dengan efektivitas dan keamanan sebanding tetapi lebih sederhana, penyederhanaan regimen merupakan intervensi yang rasional. Materi juga memasukkan frekuensi pemberian dan kompleksitas regimen sebagai faktor ketidakpatuhan. 

Soal 16

Seorang pasien menerima resep lima macam obat. Saat melakukan pengkajian, apoteker menemukan satu obat tidak mempunyai indikasi, satu obat memiliki dosis terlalu tinggi, dan terdapat potensi interaksi antara dua obat. Pasien belum menggunakan obat tersebut. Tindakan apoteker yang paling tepat adalah....

 A. menghapus obat tanpa indikasi dan menyerahkan empat obat lainnya tanpa konfirmasi dokter
 B. mengidentifikasi DRP dan mengklarifikasi masalah terapi kepada dokter sebelum obat diserahkan
 C. menyerahkan seluruh obat dan meminta pasien menghentikan terapi bila timbul keluhan kemudian
 D. mengurangi seluruh dosis obat dan menyerahkan regimen yang telah dimodifikasi kepada pasien
 E. menunda seluruh pengobatan dan meminta pasien mencari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

Jawaban: B

Pembahasan: Terdapat beberapa DRP potensial, yaitu obat tanpa indikasi, dosis terlalu tinggi, dan potensi interaksi obat. Karena obat belum digunakan, apoteker memiliki kesempatan melakukan intervensi untuk mencegah DRP mencapai pasien.

Daftar Pustaka

1.     World Health Organization. Promoting rational use of medicines: core components. WHO Policy Perspectives on Medicines. Geneva: World Health Organization; 2002. 

2.     Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI; 2011. 

3.     Cipolle RJ, Strand LM, Morley PC. Pharmaceutical Care Practice: The Patient-Centered Approach to Medication Management Services. 3rd ed. New York: McGraw-Hill; 2012.