Featured Stories
Perlukah Orang Sehat Minum Suplemen Setiap Hari?
Apakah Vitamin C Benar-Benar Mencegah Flu (Common Cold)?
Vitamin D, Vitamin C, dan Zinc untuk Imunitas: Apa Kata Penelitian?
Multivitamin: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
Today's Top Highlights
Kreatinin Tinggi Berarti Ginjal Rusak? Belum Tentu, Ini Cara Membacanya
Kadar kreatinin tinggi tidak selalu berarti ginjal sudah rusak, tetapi juga tidak boleh diabaikan. Ketahui cara membaca kreatinin bersama eGFR, albuminuria, kondisi tubuh, dan obat yang digunakan agar hasil pemeriksaan ginjal tidak disalahartikan.
Apa yang Sebenarnya Merusak Ginjal?
Kerusakan ginjal lebih sering disebabkan oleh diabetes, hipertensi, dehidrasi, obat nefrotoksik, dan sumbatan saluran kemih. Kenali faktor yang diam-diam merusak ginjal serta pemeriksaan penting untuk mendeteksinya sejak dini.
Minuman Herbal Pembersih Ginjal: Fakta Atau Mitos?
Sering buang air kecil setelah minum herbal belum tentu berarti ginjal sedang “dibersihkan”. Artikel ini membahas perbedaan antara efek diuretik dan perbaikan fungsi ginjal, sekaligus mengungkap risiko herbal yang perlu diperhatikan.
Benarkah Ginjal Perlu Didetoks?
Benarkah ginjal perlu dibersihkan dengan jus, teh herbal, atau program detoks? Pelajari bagaimana ginjal sebenarnya memfiltrasi darah, membuang zat sisa (metabolit), serta mengapa minum air berlebihan belum tentu membuat ginjal lebih sehat.
Advanced Glycation End Products (AGEs): Mengapa Gula Berlebih Mempercepat Penuaan?
Advanced Glycation End Products (AGEs) merupakan senyawa yang terbentuk akibat kadar gula darah tinggi dan berperan dalam proses penuaan dini serta berbagai komplikasi diabetes. Ketahui bagaimana AGEs merusak kolagen, pembuluh darah, dan organ tubuh, serta langkah ilmiah untuk memperlambat pembentukannya.
Indeks Glikemik vs Beban Glikemik: Mana yang Lebih Penting?
Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG) sering digunakan untuk memilih makanan yang lebih ramah terhadap gula darah, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pelajari kapan IG atau BG lebih bermanfaat dan bagaimana menggunakannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Benarkah Semua Karbohidrat Menyebabkan Lonjakan Gula Darah?
Tidak semua karbohidrat memberikan efek yang sama terhadap gula darah. Kenali mengapa nasi, oatmeal, buah, dan kentang dapat menghasilkan respons glukosa yang berbeda serta bagaimana memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat berdasarkan bukti ilmiah.
Bagaimana Mendatarkan dan Mengelola Lonjakan Glukosa?
Menjaga kadar glukosa tetap stabil tidak berarti harus berhenti mengonsumsi karbohidrat. Pelajari berbagai strategi sederhana yang didukung penelitian, mulai dari urutan makan, aktivitas fisik, hingga pola tidur, untuk membantu mengurangi glucose spike secara alami.
Dampak Negatif Lonjakan Glukosa: Tidak Hanya Berisiko Diabetes
Lonjakan glukosa (glucose spike) yang terjadi terlalu tinggi dan berulang tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat memicu resistensi insulin, stres oksidatif, penyakit jantung, hingga perlemakan hati. Ketahui bagaimana lonjakan gula darah memengaruhi berbagai organ tubuh berdasarkan bukti ilmiah terbaru.
PERAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN KANKER SERVIKS: Edukasi Skrining & Vaksinasi HPV
Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada wanita dengan insidensi sekitar 12,7% dan sekitar 40.000 kasus baru setiap tahun di Indonesia.
Trending Topics
-
> UMUM & POPULER(2)
-
> KESEHATAN & FARMASI(2)
-
> Edukasi Farmasi & Kesehatan(1)
-
> Persiapan Uji Kompetensi(3)
-
> Informasi Obat Baru(5)
Popular Post
Perlukah Orang Sehat Minum Suplemen Setiap Hari?
Apakah Vitamin C Benar-Benar Mencegah Flu (Common Cold)?
Vitamin D, Vitamin C, dan Zinc untuk Imunitas: Apa Kata Penelitian?
Multivitamin: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
Cara Memilih Suplemen yang Tepat: Jangan Tergiur Klaim Iklan
Sponsored News
Perlukah Orang Sehat Minum Suplemen Setiap Hari?
Apakah Vitamin C Benar-Benar Mencegah Flu (Common Cold)?
Vitamin D, Vitamin C, dan Zinc untuk Imunitas: Apa Kata Penelitian?