Persiapan Uji Kompetensi

LATIHAN SOAL UKOM FARMAKOTERAPI 1

By Tim Leskonfi
Journalist
May 20, 2026 5 min read
LATIHAN SOAL UKOM FARMAKOTERAPI 1
Photo by Unsplash

"Belajar mudah Farmakoterapi melalui soal jawab dan pembahasan"

LATIHAN SOAL UKOM FARMAKOTERAPI 1

PILIHLAH JAWABAN YANG BENAR

1.   Obat golongan proton pump inhibitor (PPI) memiliki mekanisme kerja utama sebagai berikut:

A. Membentuk lapisan pelindung pada permukaan ulkus

B. Mengikat dan menetralisir asam lambung

C. Menghambat enzim H⁺/K⁺-ATPase pada sel parietal lambung

D. Menghambat reseptor histamin H2

E. Meningkatkan produksi mukus dan aliran darah mukosa

Jawaban: C
 PPI bekerja dengan menghambat pompa proton H⁺/K⁺-ATPase, sehingga secara langsung menurunkan sekresi asam lambung.

2.  Berikut adalah salah satu efek penting penggunaan misoprostol dalam pencegahan ulkus peptikum akibat penggunaan NSAID:

A. Mengurangi inflamasi mukosa secara langsung

B. Membunuh bakteri H. pylori

C. Meningkatkan sekresi mukus dan bikarbonat

D. Membentuk chelate dengan protein ulkus

E. Mengurangi stimulasi histamin pada sel parietal

Jawaban: C
 Misoprostol adalah analog prostaglandin E1 yang meningkatkan sekresi mukus, bikarbonat, dan aliran darah mukosa.

3.   Penggunaan sukralfat sebaiknya diberikan dengan jeda waktu terhadap pemberian obat lain karena:

A. Sukralfat meningkatkan absorpsi antibiotik tertentu

B. Sukralfat dapat mengiritasi mukosa lambung

C. Sukralfat mengubah pH lambung secara drastis

D. Sukralfat dapat mengganggu absorpsi obat lain dengan membentuk kompleks

E. Sukralfat menyebabkan kontraksi uterus

Jawaban: D
 Sukralfat membentuk lapisan protektif di mukosa, tetapi juga dapat mengikat obat lain dan menurunkan bioavailabilitas.

4.  Mengapa terapi eradikasi H. pylori menggunakan kombinasi beberapa antibiotik sekaligus?

A. Mengurangi biaya pengobatan

B. Mempercepat waktu pemulihan ulkus

C. Meningkatkan risiko resistansi bakteri

D. Mencegah kekambuhan dengan multi-mekanisme 

E. Mengurangi efek samping terapi

Jawaban: D
 Kombinasi antibiotik dengan PPI atau bismuth bertujuan untuk eradikasi efektif dari H. pylori dan mencegah resistansi.

5.   Seorang laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan nyeri epigastrium seperti terbakar sejak 1 bulan, memburuk saat malam hari, dan sering merasa mual. Riwayat penggunaan ibuprofen rutin karena nyeri sendi. Endoskopi menunjukkan ulkus lambung. Apa terapi farmakologis pilihan utama untuk pasien ini?

A. H2-receptor antagonist dua kali sehari

B. Proton pump inhibitor sekali sehari

C. Antasida setiap 4 jam

D. Bismuth subsalisilat 4 kali sehari

E. Sukralfat 4 kali sehari

Jawaban benar: B

PPI merupakan terapi pilihan pertama karena paling efektif untuk 

penyembuhan ulkus terkait asam lambung.

6.   Pasien perempuan 52 tahun dirawat karena hematemesis. Riwayat ulkus peptikum positif, saat ini masih minum NSAID untuk osteoartritis. Apa terapi tambahan yang tepat bila NSAID tidak dapat dihentikan?

A. PPI atau misoprostol selama penggunaan NSAID

B. Antasida rutin sebelum makan

C. Sukralfat tunggal tanpa NSAID

D. H2RA sekali sehari

E. Bismuth subsalisilat saja

Jawaban: A
 Bila NSAID harus tetap digunakan, pasien memerlukan terapi protektif seperti PPI atau misoprostol.

7.   Seorang pria 40 tahun didiagnosis ulkus duodenum positif H. pylori. Dokter meresepkan omeprazole, amoksisilin, dan klaritromisin selama 14 hari. Tujuan terapi ini adalah:

A. Mengurangi inflamasi lokal saja

B. Menetralisir asam lambung saja

C. Menyembuhkan ulkus tanpa risiko kekambuhan

D. Mengurangi nyeri tanpa eradikasi bakteri

E. Meningkatkan motilitas saluran cerna

Jawaban: C
 Eradikasi H. pylori menyembuhkan ulkus dan mencegah kekambuhan.

8.  Seorang pasien 60 tahun mengalami ulkus lambung berulang meski sudah menjalani terapi PPI penuh selama 8 minggu. Apa langkah diagnostik atau terapeutik berikutnya yang paling tepat?

A. Lanjutkan PPI selama 8 minggu lagi

B. Uji dan obati jika H. pylori positif

C. Tambahkan antasida sebelum tidur

D. Ganti PPI dengan H2RA

E. Hentikan semua terapi farmakologis

Jawaban: B
 Ulkus refrakter terhadap PPI perlu diperiksa adanya infeksi H. pylori.

9.  Seorang pasien dengan ulkus peptikum akibat NSAID ingin terapi jangka panjang NSAID tetap dilanjutkan. Mana strategi yang paling tepat untuk meminimalkan risiko ulkus?

A. Hentikan NSAID dan berikan H2RA

B. Gunakan PPI profilaksis selama NSAID

C. Berikan sukralfat sebelum NSAID

D. Gunakan bismuth subsalisilat saja

E. Berikan dosis NSAID 2 kali lipat

Jawaban: B
 PPI terbukti efektif untuk pencegahan ulkus pada pasien dengan penggunaan NSAID.

10. Pasien laki-laki 50 tahun dengan ulkus lambung positif H. pylori di daerah dengan prevalensi resistansi klaritromisin tinggi. Mana rejimen terapi yang paling tepat?

A. Triple therapy dengan PPI, amoksisilin, klaritromisin

B. PPI tunggal 8 minggu

C. Non-bismuth quadruple therapy dengan PPI, amoksisilin, klaritromisin, metronidazol

D. H2RA dua kali sehari

E. Antasida kombinasi magnesium-aluminium

Jawaban: C
 Di daerah dengan resistansi klaritromisin tinggi, non-bismuth quadruple lebih efektif.

11. Obat yang bekerja dengan cara menghambat xanthine oxidase sehingga menurunkan produksi asam urat adalah:
A. Probenesid
B. Kolkisin
C. Allopurinol
D. Naproksen
E. Prednison

Jawaban: C
Allopurinol adalah inhibitor xanthine oxidase yang menurunkan produksi asam urat.

12. Obat yang efektif untuk meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal dengan cara menghambat reabsorpsi asam urat di tubulus proksimal adalah:
A. Febuxostat
B. Kolkisin
C. Probenesid
D. Indometasin
E. Lesinurad

Jawaban: C
Probenesid adalah agen urikosurik yang menghambat URAT1 sehingga meningkatkan ekskresi asam urat.

13. Mengapa terapi dengan allopurinol dapat memicu serangan gout akut pada awal penggunaan?
A. Karena meningkatkan produksi kristal urat
B. Karena meningkatkan mobilisasi kristal urat dari deposit jaringan
C. Karena meningkatkan ekskresi asam urat terlalu cepat
D. Karena menurunkan pH urin secara drastis
E. Karena menghambat pembentukan tofi

Jawaban: B
Penurunan kadar asam urat mendadak memicu pelepasan kristal urat yang sudah mengendap di jaringan.

14. Mengapa probenesid tidak dianjurkan pada pasien dengan eGFR <30 mL/min?
A. Karena meningkatkan produksi asam urat
B. Karena efektivitasnya berkurang bila fungsi ginjal sangat rendah
C. Karena meningkatkan risiko gangguan hati
D. Karena menyebabkan depresi sumsum tulang
E. Karena meningkatkan kadar tofi

Jawaban: B
Uricosurik seperti probenesid kurang efektif pada gangguan ginjal berat. Mekanisme reabsorpsi terganggu jua.

15. Seorang pria 50 tahun datang dengan serangan mendadak nyeri hebat dan bengkak pada sendi jempol kaki kanan. Riwayat serupa 1 tahun lalu. Pemeriksaan kadar asam urat: 9,5 mg/dL. Obat yang paling tepat untuk mengatasi serangan akut ini adalah:
A. Allopurinol
B. Febuxostat
C. Kolkisin
D. Probenesid
E. Lesinurad

Jawaban: C
Kolkisin efektif untuk mengatasi inflamasi akut pada serangan gout.

16. Seorang wanita 62 tahun dengan riwayat gout kronik dan tofi pada jari-jari tangan. Kadar asam urat: 11 mg/dL. Mekanisme hiperurisemia overproduction. Obat jangka panjang yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
A. Kolkisin
B. Febuxostat
C. Probenesid
D. Naproksen
E. Prednison

Jawaban: B
Febuxostat efektif untuk overproduction, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal ringan-sedang.

17. Seorang pria 55 tahun dengan gout kronik, kadar asam urat 10,5 mg/dL, memiliki riwayat batu ginjal. Mekanisme hiperurisemia underexcretion. Obat yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
A. Allopurinol
B. Febuxostat
C. Probenesid
D. Lesinurad
E. Kolkisin

Jawaban: A
Uricosurik seperti probenesid tidak dianjurkan bila ada riwayat batu ginjal. Pilihan: xanthine oxidase inhibitor.

18. Seorang pasien pria dengan serangan gout akut ingin segera memulai allopurinol saat ini juga. Apa saran paling tepat?
A. Segera mulai allopurinol dengan dosis penuh
B. Tunda allopurinol hingga serangan akut teratasi
C. Berikan probenesid lebih dulu lalu allopurinol
D. Berikan kolkisin dosis tinggi bersama allopurinol
E. Berikan febuxostat dan probenesid bersama-sama

Jawaban: B
Terapi penurun asam urat sebaiknya dimulai setelah serangan akut terkontrol.

19. Pria 60 tahun dengan gout kronik dan hipertensi menggunakan diuretik. Kadar asam urat: 9 mg/dL. Apa intervensi yang perlu dipertimbangkan?
A. Ganti diuretik dengan antihipertensi lain 
B. Berikan probenesid dosis tinggi
C. Berikan febuxostat dosis tinggi segera
D. Berikan kolkisin jangka panjang saja
E. Berikan prednison jangka panjang saja

Jawaban: A
Diuretik dapat memperburuk hiperurisemia (INH dan furosemide). Evaluasi terapi antihipertensi.

20. Pasien pria 65 tahun dengan gout kronik, nefropati, dan tofi besar. Kadar asam urat tetap tinggi meski sudah terapi allopurinol maksimal. Apa pilihan terapi yang tepat?
A. Tambahkan probenesid
B. Febuxostat mengganti allopurinol
C. Tambahkan kolkisin dosis tinggi
D. Tambahkan OAINS
E. Tambahkan prednison

Jawaban: B
Febuxostat dapat dipilih bila respons terhadap allopurinol tidak memadai.

21. Obat lini pertama yang umum direkomendasikan untuk nyeri ringan hingga sedang pada osteoarthritis karena profil keamanannya lebih baik dibanding NSAID adalah:
A. Parasetamol
B. Ibuprofen
C. Meloksikam
D. Triamsinolon
E. Asam hialuronat

Jawaban: A
Parasetamol lebih aman untuk penggunaan jangka panjang pada nyeri ringan-moderat.

22. Mekanisme kerja utama NSAID dalam terapi osteoarthritis adalah:
A. Menghambat aktivitas fosfolipase A2
B. Menghambat enzim siklooksigenase sehingga menurunkan prostaglandin
C. Merangsang sintesis kolagen tipe II oleh kondrosit
D. Mengembalikan viskositas cairan sinovial
E. Menghambat degradasi asam hialuronat di sendi

Jawaban: B
NSAID menghambat COX-1/COX-2, menurunkan prostaglandin penyebab nyeri & inflamasi.

23. Mengapa glukosamin dan kondroitin sulfat sering digunakan pada pasien osteoarthritis?
A. Karena memiliki efek antiinflamasi kuat untuk nyeri akut
B. Karena bekerja cepat meredakan nyeri berat
C. Karena bekerja lambat tetapi berpotensi memperbaiki struktur dan fungsi sendi
D. Karena hanya digunakan untuk osteoarthritis berat
E. Karena mengurangi produksi prostaglandin secara langsung

Jawaban: C
Kedua senyawa ini merupakan symptomatic slow-acting drugs for osteoarthritis.

24. Mengapa penggunaan injeksi intraartikular kortikosteroid dibatasi maksimal 3–4 kali per tahun pada sendi yang sama?
A. Karena dapat meningkatkan risiko hipertensi
B. Karena dapat merusak jaringan sendi 
C. Karena menyebabkan hepatotoksisitas
D. Karena menurunkan efektivitas NSAID
E. Karena meningkatkan risiko trombosis

Jawaban: B
Pemberian berulang dapat melunakkan tulang rawan dan meningkatkan risiko infeksi.

25. Mengapa asam hialuronat disuntikkan intraartikular pada osteoarthritis?
A. Karena memperbaiki metabolisme purin pada sendi
B. Karena memiliki efek analgesik sistemik
C. Karena mengembalikan viskositas dan memperbaiki pelumasan 
D. Karena menurunkan aktivitas enzim proteolitik dalam darah
E. Karena merangsang aktivitas osteoblas pada tulang

Jawaban: C
Asam hialuronat meningkatkan sifat pelumas & peredam guncangan cairan sinovial.

26. Seorang wanita 65 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 2 menurut Kellgren-Lawrence datang dengan keluhan nyeri ringan hingga sedang pada lutut kanan, tanpa tanda inflamasi berat. Obat yang direkomendasikan sebagai terapi awal adalah:
A. Parasetamol 500–1000 mg setiap 6–8 jam
B. Ibuprofen 400 mg setiap 8 jam
C. Meloksikam 15 mg sekali sehari
D. Triamsinolon intraartikular
E. Asam hialuronat intraartikular

Jawaban: A
Untuk nyeri ringan-moderat tanpa inflamasi, parasetamol adalah lini pertama.

27. Pria 70 tahun dengan osteoarthritis tangan derajat ringan yang memiliki riwayat ulkus lambung dan gagal ginjal kronis ringan. Obat yang paling aman untuk nyeri adalah:
A. Ibuprofen
B. Meloksikam
C. Parasetamol
D. Diklofenak
E. Naproksen

Jawaban benar: C
Parasetamol aman pada pasien dengan risiko GI & ginjal.

28. Seorang wanita 60 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 3, nyeri berat & pembengkakan pada sendi lutut kanan. Ia tidak dapat menggunakan NSAID karena gangguan ginjal. Terapi yang tepat untuk meredakan nyeri akutnya adalah:
A. Parasetamol
B. Triamsinolon intraartikular
C. Meloksikam
D. Asam hialuronat
E. Glukosamin

Jawaban: B
Kortikosteroid intraartikular efektif untuk inflamasi berat & kontraindikasi NSAID.

29. Pria 55 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 2, sudah mencoba parasetamol & NSAID dengan hasil kurang memuaskan. Ia ingin terapi yang dapat memperbaiki fungsi sendi secara bertahap. Pilihan terapi tambahan yang paling sesuai adalah:
A. Kortikosteroid intraartikular
B. Asam hialuronat intraartikular
C. Glukosamin & kondroitin sulfat
D. Opioid
E. Diklofenak topikal

Jawaban: C
Glukosamin & kondroitin sulfat bekerja lambat & dapat memperbaiki struktur sendi.

30. Pria 68 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 3, hipertensi, & riwayat stroke, datang dengan nyeri berat. Dokter mempertimbangkan NSAID. Apa saran paling tepat?
A. Berikan NSAID dosis tinggi tanpa proteksi lambung
B. NSAID selektif COX-2 dengan pemantauan ketat
C. NSAID nonselektif jangka panjang
D. Berikan kortikosteroid sistemik
E. NSAID & aspirin bersamaan

Jawaban: B
NSAID COX-2 selektif (misalnya celecoxib) dapat digunakan dengan hati-hati.

31. Seorang wanita 62 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 2, kelebihan berat badan, & kurang aktif, datang dengan nyeri ringan. Apa saran terbaik selain farmakoterapi?
A. Bedrest total selama 2 bulan
B. Diminta mengurangi asupan garam
C. Menurunkan BB & latihan fisik teratur
D. Imobilisasi sendi dengan gips
E. Konsumsi makanan tinggi purin

Jawaban: C
Intervensi non-farmakologis utama adalah pengurangan berat badan & latihan fisik.

32. Pria 65 tahun dengan osteoarthritis lutut derajat 3 yang tidak membaik dengan parasetamol, NSAID, & kortikosteroid intraartikular. Apa pilihan terapi selanjutnya yang tepat?
A. Injeksi asam hialuronat intraartikular
B. Glukosamin dosis tinggi
C. Bedrest total
D. Kortikosteroid sistemik jangka panjang
E. Obat opioid jangka panjang

Jawaban: A
Viskosuplementasi dengan asam hialuronat bisa dipertimbangkan pada kasus refrakter.

Untuk belajar lebih lanjut silahkan baca buku: Farmakoterapi I Dilengkapi 220 Soal CBT Sesuai Blueprint UKAI dan untuk soal jawab yang lebih lengkap baca buku: 777 Soal Jawab & Pembahasan Farmakoterapi Dilengkapi Soal Farmakokinetik untuk Persiapan Uji Kompetensi