"Belajar mudah Farmakoterapi melalui soal jawab dan pembahasan"
LATIAN SOAL UKOM FARMAKOTERAPI 2
1. Obat lini pertama yang direkomendasikan sebagai DMARD konvensional untuk terapi jangka panjang RA adalah:
A. Leflunomide
B. Hydroxychloroquine
C. Methotrexate
D. Sulfasalazine
E. Etanercept
Jawaban: C
Methotrexate merupakan DMARD konvensional yang paling efektif dan menjadi standar terapi awal RA.
2. Mekanisme kerja utama etanercept dalam terapi RA adalah:
A. Menghambat sintesis purin
B. Mengikat TNF-α sehingga mencegah efek proinflamasi
C. Menghambat pemrosesan antigen pada sel T
D. Menghambat enzim dihydrofolate reductase
E. Menurunkan produksi IL-6 secara selektif
Jawaban: B
Etanercept adalah biologic DMARD yang merupakan penghambat TNF-α.
3. Mengapa methotrexate diberikan sekali seminggu, bukan setiap hari?
A. Untuk mencegah resistensi
B. Untuk meningkatkan efek imunostimulasi
C. Untuk menghindari toksisitas sumsum tulang
D. Untuk memperkuat efek NSAID
E. Untuk meminimalkan efek hepatoprotektif
Jawaban: C
Dosis harian methotrexate dapat menyebabkan toksisitas berat pada sumsum tulang.
4. Mengapa asam folat diberikan pada pasien yang mendapat methotrexate?
A. Untuk meningkatkan efektivitas methotrexate
B. Untuk mengurangi risiko hepatotoksisitas & efek hematologis
C. Untuk memperpanjang waktu paruh methotrexate
D. Untuk menurunkan risiko reaktivasi TB
E. Untuk meningkatkan bioavailabilitas methotrexate
Jawaban: B
Asam folat mengurangi efek samping hematologis & hepatotoksik methotrexate.
5. Mengapa skrining infeksi TB laten penting sebelum memulai terapi dengan biologic DMARD?
A. Karena biologic DMARD bersifat hepatotoksik
B. Karena TNF-α penting untuk pertahanan tubuh terhadap TB
C. Karena biologic DMARD dapat meningkatkan kadar TNF-α
D. Karena biologic DMARD menurunkan metabolisme rifampisin
E. Karena biologic DMARD mengaktifkan respon sitotoksik TB
Jawaban: B
TNF-α diperlukan untuk granuloma TB, sehingga penghambat TNF-α meningkatkan risiko reaktivasi.
6. Seorang wanita 50 tahun didiagnosis RA dengan DAS28 >5,1 dan RF positif. Ia memulai methotrexate 15 mg/minggu. Dua minggu kemudian pasien mengeluh mual dan ulserasi mulut. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan ini adalah:
A. Ganti methotrexate dengan sulfasalazine
B. Turunkan dosis methotrexate & tambahkan asam folat
C. Tambahkan etanercept segera
D. Ganti methotrexate dengan leflunomide
E. Stop methotrexate & beri prednison jangka panjang
Jawaban: B
Efek samping gastrointestinal & mukosa sering dikurangi dengan suplementasi asam folat.
7. Pria 62 tahun dengan RA kronik yang sudah memakai methotrexate selama 6 bulan datang dengan hasil SGPT/SGOT meningkat >3x normal. Tindakan yang tepat adalah:
A. Teruskan methotrexate & beri hepatoprotektor
B. Hentikan methotrexate sementara & evaluasi fungsi hati
C. Tambahkan etanercept & pertahankan methotrexate
D. Ganti methotrexate dengan hydroxychloroquine
E. Turunkan dosis methotrexate & tambah sulfasalazine
Jawaban: B
Hepatotoksisitas memerlukan penghentian sementara methotrexate.
8. Seorang wanita 48 tahun dengan RA tidak toleran terhadap methotrexate. Setelah 3 bulan pengobatan dengan sulfasalazine & hydroxychloroquine, Disease Activity Score 28 (DAS28) tetap >5,1. Pilihan terapi selanjutnya yang tepat adalah:
A. Tambahkan etanercept
B. Tambahkan NSAID
C. Ganti sulfasalazine dengan leflunomide
D. Tingkatkan dosis hydroxychloroquine
E. Beri kortikosteroid jangka panjang
Jawaban: A
Bila gagal dengan terapi DMARD konvensional, lanjutkan ke biologic DMARD.
9. Pria 55 tahun dengan RA aktif, sudah mendapat methotrexate maksimal & etanercept. Hasil skrining TB positif & pasien menolak terapi profilaksis TB. Tindakan paling tepat adalah:
A. Lanjutkan etanercept & pantau ketat
B. Stop etanercept & lanjutkan methotrexate
C. Tambahkan infliximab & pantau TB
D. Ganti etanercept dengan hydroxychloroquine
E. Berikan kortikosteroid sistemik
Jawaban: B
Penggunaan biologic DMARD tidak aman bila TB laten belum diobati.
10. Seorang wanita 60 tahun dengan RA aktif, intoleran methotrexate, & kontraindikasi biologic DMARD karena hepatitis B kronik. Pilihan terbaik adalah:
A. Leflunomide
B. Sulfasalazine & hydroxychloroquine
C. Rituximab
D. Tofacitinib
E. Infliximab
Jawaban: B
Kombinasi DMARD konvensional non-biologic aman pada hepatitis.
11. Pria 65 tahun dengan RA kronik, hipertensi, & riwayat stroke, datang dengan flare. Ia sudah memakai methotrexate. Pilihan terbaik untuk meredakan flare sementara:
A. NSAID dosis tinggi jangka panjang
B. Prednison dosis rendah jangka pendek
C. Etanercept dosis penuh segera
D. Leflunomide jangka panjang
E. Tofacitinib segera
Jawaban: B
Kortikosteroid dosis rendah efektif sebagai terapi bridging pada flare.
12. Wanita 55 tahun dengan RA seropositif aktif, gagal pada methotrexate & anti-TNF. Pilihan terapi biologic berikutnya yang paling tepat:
A. Rituximab
B. Tofacitinib
C. Leflunomide
D. Methotrexate dosis lebih tinggi
E. NSAID selektif COX-2
Jawaban: A
Rituximab efektif pada RA seropositif yang gagal terapi anti-TNF.
13. Mengapa terapi eradikasi Helicobacter pylori pada ulkus peptikum memerlukan kombinasi beberapa antibiotik sekaligus dengan proton pump inhibitor (PPI)?
A. Karena kombinasi memperkuat efek netralisasi asam lambung saja
B. Karena kombinasi menurunkan risiko efek samping gastrointestinal
C. Karena kombinasi mencegah resistansi bakteri dan meningkatkan tingkat eradikasi
D. Karena kombinasi mempercepat penyembuhan mukosa dengan meningkatkan sekresi mukus
E. Karena kombinasi meningkatkan efek sedasi pada pasien dengan nyeri hebat
Jawaban: C
Kombinasi beberapa antibiotik dengan PPI meningkatkan efektivitas eradikasi H. pylori dan menurunkan risiko resistansi.
14. Mengapa loperamide tidak dianjurkan pada pasien diare akut yang disertai demam tinggi atau darah pada tinja?
A. Karena menghambat transit usus dan patogen invasif dan memperburuk infeksi
B. Karena loperamide mengurangi absorpsi air sehingga memperparah dehidrasi
C. Karena loperamide menurunkan motilitas lambung sehingga memicu refluks
D. Karena loperamide menekan produksi mukus pelindung di usus
E. Karena loperamide meningkatkan risiko intoleransi laktosa sekunder
Jawaban: A
Loperamide kontraindikasi pada diare dengan disenteri (demam/berdarah) karena dapat memperburuk infeksi invasif.
15. Seorang pria 45 tahun datang dengan nyeri epigastrium seperti terbakar sejak 2 bulan, memburuk saat perut kosong, dan sering terbangun karena nyeri di malam hari. Ia tidak minum obat rutin, tetapi merokok. Endoskopi menunjukkan ulkus duodenum positif H. pylori. Apa terapi farmakologis paling tepat untuk pasien ini?
A. PPI atau H1 Bloker tunggal selama 8 minggu
B. Antasida oral setiap 4–6 jam sesuai gejala
C. PPI + dua antibiotik selama 14 hari
D. Sukralfat oral 4x/hari selama 4–6 minggu
E. Bismuth subsalisilat tunggal selama 14 hari
Jawaban: C
Pada ulkus H. pylori-positif, terapi eradikasi triple (PPI + 2 antibiotik) adalah terapi pilihan.
16. Seorang anak laki-laki 2 tahun mengalami diare cair tanpa darah selama 3 hari, disertai muntah ringan, tampak lemas dan sangat haus. Berat badan turun 5%. Dokter sudah memberikan larutan oralit dan menganjurkan terapi tambahan untuk mempercepat pemulihan. Apa terapi tambahan farmakologis yang tepat?
A. Loperamide oral setiap 4 jam
B. Ciprofloxacin oral selama 3–5 hari
C. Zinc sulfat oral 10mg/ hari selama 14 hari
D. Metronidazole oral selama 7 hari
E. Sukralfat oral untuk melindungi mukosa usus
Jawaban: C
Zinc efektif pada diare akut anak untuk mempercepat penyembuhan mukosa usus & mencegah kekambuhan.
17. Definisi osteoporosis menurut WHO adalah:
A. Penurunan kualitas matriks tulang tanpa perubahan massa
B. Penurunan massa tulang dengan T-score ≤ –2,5 disertai fraktur
C. Penurunan massa tulang & deteriorasi mikroarsitektur dengan T-score ≤ –2,5
D. Penurunan massa tulang dengan T-score antara –1,0 sampai –2,5
E. Penurunan kualitas tulang tanpa risiko fraktur meningkat
Jawaban: C
WHO mendefinisikan osteoporosis dengan T-score ≤ –2,5 & deteriorasi mikroarsitektur.
18. Obat antiresorptif yang merupakan antibodi monoklonal terhadap RANKL adalah:
A. Alendronat
B. Denosumab
C. Teriparatide
D. Raloksifen
E. Kalsitonin
Jawaban: B
Denosumab menghambat diferensiasi osteoklas dengan memblokir Receptor Activator of Nuclear Factor-κB Ligand (RANKL).
19. Mengapa bisfosfonat dikonsumsi dengan air putih & posisi duduk ≥30 menit?
A. Karena cepat larut & memerlukan waktu kontak mukosa
B. Karena meningkatkan absorpsi melalui mukosa esofagus
C. Karena berisiko esofagitis jika tidak cepat melewati esofagus
D. Karena berisiko meningkatkan asam lambung bila berbaring
E. Karena meningkatkan efek bila kontak lama dengan dinding lambung
Jawaban: C
Bisfosfonat bisa menyebabkan iritasi & ulkus esofagus jika stagnan di esofagus.
20. Mengapa terapi teriparatide hanya diberikan maksimal 2 tahun?
A. Karena risiko osteoporosis rebound setelah penghentian
B. Karena risiko osteosarkoma meningkat bila lebih lama
C. Karena menurunkan BMD setelah 2 tahun
D. Karena menurunkan kadar vitamin D serum
E. Karena meningkatkan kadar PTH serum berlebihan
Jawaban: B
Teriparatide meningkatkan risiko osteosarkoma bila >2 tahun.
21. Mengapa raloksifen tidak dianjurkan pada pasien dengan riwayat tromboemboli?
A. Karena menghambat fibrinolisis
B. Karena meningkatkan sintesis trombin
C. Karena meningkatkan risiko trombosis vena dalam
D. Karena menurunkan kadar faktor VIII
E. Karena memperpanjang waktu protrombin
Jawaban: C
SERM seperti raloksifen meningkatkan risiko trombosis.
22. Mengapa vitamin D diberikan bersamaan dengan kalsium pada pasien osteoporosis?
A. Karena meningkatkan sintesis kolagen
B. Karena meningkatkan ekspresi transporter kalsium usus
C. Karena menghambat resorpsi kalsium dari tulang
D. Karena meningkatkan sekresi hormon paratiroid
E. Karena menurunkan aktivitas osteoblast
Jawaban: B
Vitamin D meningkatkan absorpsi kalsium di usus dengan menginduksi transporter.
23. Seorang wanita 68 tahun, postmenopause, T-score –2,8, riwayat fraktur pergelangan tangan 1 tahun lalu. Obat lini pertama:
A. Raloksifen
B. Alendronat
C. Denosumab
D. Teriparatide
E. Kalsitonin
Jawaban: B
Osteoporosis primer pascamenopause → bisfosfonat lini pertama.
24. Pria 75 tahun dengan osteoporosis sekunder akibat terapi glukokortikoid jangka panjang & CKD. Terapi paling sesuai:
A. Alendronat
B. Raloksifen
C. Denosumab
D. Teriparatide
E. Kalsitonin
Jawaban: C
Denosumab efektif pada CKD & pasien dengan kontraindikasi bisfosfonat.
25. Wanita 60 tahun dengan osteoporosis, T-score –3,2, sudah 2 tahun minum alendronat dengan progresi fraktur vertebra. Terapi selanjutnya:
A. Lanjutkan alendronat
B. Ganti ke raloksifen
C. Ganti ke teriparatide
D. Tambahkan kalsitonin
E. Tambahkan vitamin C
Jawaban: C
Osteoporosis berat refrakter terhadap bisfosfonat → teriparatide.
26. Wanita 72 tahun dengan osteoporosis, riwayat Deep Vein Thrombosis (DVT), T-score –2,7, tanpa riwayat fraktur. Terapi yang tepat:
A. Raloksifen
B. Alendronat
C. Denosumab
D. Teriparatide
E. Kalsitonin
Jawaban: B
Raloksifen kontraindikasi pada pasien dengan riwayat tromboemboli.
27. Pria 67 tahun dengan osteoporosis sekunder karena hipertiroidisme, T-score –2,6, sudah diatasi hipertiroidnya. Terapi farmakologis:
A. Raloksifen
B. Alendronat
C. Teriparatide
D. Denosumab
E. Kalsitonin
Jawaban: B
Setelah koreksi penyebab sekunder, bisfosfonat diberikan.
28. Wanita 65 tahun dengan osteoporosis, tidak toleran bisfosfonat karena esofagitis, ingin terapi suntik jangka panjang. Terapi yang tepat:
A. Denosumab
B. Teriparatide
C. Raloksifen
D. Alendronat
E. Kalsitonin
Jawaban: A
Denosumab subkutan alternatif pada pasien intoleran bisfosfonat.
29. Pria 70 tahun dengan osteoporosis, T-score –2,9, riwayat Coronary Artery Disease (CAD) & stroke iskemik. Obat yang harus dihindari:
A. Alendronat
B. Denosumab
C. Romosozumab
D. Raloksifen
E. Kalsitonin
Jawaban: C
Romosozumab kontraindikasi pada riwayat penyakit jantung iskemik.
Untuk belajar lebih lanjut silahkan baca buku: Farmakoterapi I Dilengkapi 220 Soal CBT Sesuai Blueprint UKAI dan untuk soal jawab yang lebih lengkap baca buku: 777 Soal Jawab & Pembahasan Farmakoterapi Dilengkapi Soal Farmakokinetik untuk Persiapan Uji Kompetensi